skip to main |
skip to sidebar
Selasa, 7 Februari 2006:* Bangun pkl. 04.30 AM (rekor bangun tercepat di tahun ini) hehehe...* Ngantor pkl. 06.30 AM* Nyampe kantor pkl. 08.30 AM (jarak tempuh 3,5 km)Rabu, 8 Februari 2006:* Bangun pkl. o6.15 AM* Ngantor pkl. 07.00 AM* Nyampe kantor pkl. 08.30 AM (jarak tempuh 3,5 km) --> what!?Setelah aku amat-amati, eh ternyata....berangkat 30 menit lebih lambat memberikan hasil yang sama.
Dua minggu setelah lauching bus way koridor 3 (16 Januari 2006 : Kalideres - Pulo Gadung), aku belum merasakan dampaknya pada jalur yang biasa aku tempuh; tetap agak lancar walau sedikit agak merangkak....eh merayap. Tetapi, hanya 45 - 60 menit yang aku butuhkan untuk menempuh kantor yang jaraknya 3,5 km dari rumah. Ini dengan catatan aku berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB.
Setelah itu, baru.... terasa; macet...macet...macet cet,
walau sebenarnya ini merupakan dampak tidak langsung yang dihasilkan oleh si Transjakarta. Kemacetan tidak hanya aku hadapi di sekitar Slipi Jaya tetapi juga...... mulai dari depan RCTI!! Pfiuf....Sering kali aku berpikir...sepertinya strategi B'Yos untuk "memaksa" pengendara pribadi menggunakan kendaraan umum cukup berhasil. Bayangkan, kalo setiap hari harus menghadapi kemacetan di kota Jakarta....siapa yang ga stress, bo!? Untuk maksud tsb...B'Yos, aku beri jempol deh...maksudku, aku salut deh.Oke..back ke atas...So, mmm....jam berapa yah kira-kira aku harus berangkat?
Masak jam 5 seh --> ini mah namanya nyuruh buka pagar kantor, atuh :p
Pagi ini, bagaikan kambing kebakaran jenggot (ini didramatisir yah-red), aku menerima dan membaca pemberitahuan mengenai angka keuangan dari salah satu divisi di bawah kendali atasanku. Yah, ada perbedaan sih...hanya masalah angka...tetapi nol-nya ada sembilan! Itu artinya Rp. 1 miliar!!! Woow...ckckckck (kalo didepositokan aku tinggal ongkang2 kaki ajah bisa hidup yaks...hehehehe)
Langsung aku telp tukang catat angka untuk menanyakan perbedaan angka yang terjadi. Walhasil....ketahuanlah bahwa e-mail yang aku kirim ke orang tersebut tertanggal 25 Nopember 2005 (2 bulan yang lalu!!!) ternyata tidak sampai (tanpa pemberitahuan dari sistem) sehingga pencatat angka itu menggunakan data yang lama, bukan yang terbaru.
Setelah mendiskusikan mengenai jalan keluar yang terbaik serta berbicara dengan divisi tsb akhirnya sampailah kami pada satu kesimpulan bahwa aku harus pergi ke.........ladang pembantaian!!! (menghadap atasan-red). Bagaimana aku harus menjelaskan kepada bos yah??
Aku telp sekretaris atasanku dahulu. Setelah menjelaskan duduk perkaranya...eh si Mbak bisa mengerti n support banget supaya aku menjelaskan hal ini kepada atasanku (ini karena si Mbak sayang ma aku seh (as brother loh - dia anggap aku adiknya)....hehehe). Kemudian aku tanyakan mengenai "cuaca" di lt 8 (mood atasanku - awak di lt 4), ternyata tidak MENDUNG tapi CERAH pun tidak. MAK JANG!!! Gimana neh?? Bisa kena semprot awak. Satu hal yang pasti, konduiteku sudah ga excellent neh :(
Akhirnya aku putuskan ke atas - KE LADANG PEMBANTAIAN!!! Aku berdoa didalam hati kepada TUHAN supaya aku diberikan hikmat untuk berbicara kepada bos untuk mengakui kesalahan...hiks. Setelah menunggu 45 menit di luar ruangan si bos, sambil bincang2 dengan si Mbak dengan wajah sikit stress, akhirnya aku pun masuk ke ruangan bos sambil
membayangkan...mmm....seperti domba yang pasrah dibawa ke ladang pembantaian ....mbeeeek...mbeek...mbeeek
Setelah menjelaskan ini itu kepada bos, sambil merasakan adanya hawa pembunuhan itu (kekekekek),...eh..syukurnya...si bos bisa ngerti n minta aku untuk segera menjernihkan perbedaan angka tersebut, baik antara divisi dengan si pencatat angka.
Akhirnya, masalah ini bisa clear juga n malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak - tanpa memikirkan angka 1 dengan sembilan nol-nya hahahaha......zzzzzzz

Melalui peristiwa ini aku diajarkan to be more be carefull in the future when sending important data.
Terima kasih untuk satu pelajaran yang kudapat hari ini, TUHAN :)